SISTEM EVALUASI

Laporan Bahan Bacaan 2

Nama : Ika Fitriani

NIM : 11901240

Kelas : 4/F Pendidikan Agama Islam

Judul Buku : Evaluasi Pembelajaran

Penulis : Dr. Elis Ratnawulan dan Dr. H.A. Rusdiana

Penerbit : Pustaka Setia


Sistem Evaluasi



Assalamualaikum teman-teman:)

Diblog kali ini saya akan membahas tentang Sistem Evaluasi Pendidikan. Sesuai dengan sumber buku yang saya baca yang berjudul "Evaluasi Pembelajaran" maka sebagai tugasnya saya akan membuat laporan bajan bacaan tentang buku tersebut:)

Yukk kita simakk penjelasannya:)

Kita pasti tau bahwa berhasil atau tidaknya pendidikan dalam mencapai tujuannya dapat dilihat setelah dilakukan evaluasi terhadap out put atau lulusan yang dihasilkannya. Jika output lulusan, hasilnya sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam tujuan pendidikan, maka usaha pendidikan itu dapat dinilai berhasil, tetapi jika sebaliknya, maka ia dinilai gagal. 

Nahh dari sisi ini dapat dipahami bahwa betapa pentingnya evaluasi pembelajaran dalam proses pendidikan. Maka dari itu evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting dari evaluasi pendidikan pada ummumnya.

Dalam ruang lingkup terbatas, evaluasi pembelajaran dilakukan dalam rangka 
mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik. Sedangkan dalam ruang lingkup luas, 
evaluasi pembelajaran dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kelemahan suatu proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan yang di cita-citakan. 

Dalam bidang pendidikan evaluasi pembelajaran merupakan kegitan wajib bagi setiap insan yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Sebagai seorang pendidik, proses evaluasi pembelajaran berguna dalam hal pengambilan keputusan kedepan demi kemajuan anak didik pada khusunya dan dunia pendidikan pada umumnya. 

Setiap perbuatan dan tindakan dalam evaluasi pembelajaran selalu menghendaki 
hasil. Pendidik selalu berharap bahwa hasil yang diperoleh sekarang lebih baik dan 
memuaskan dari hasil yang diperoleh sebelumnya, untuk menentukan dan membandingkan antara satu hasil dengan lainnya diperlukan adanya evaluasi pembelajaran.

Okee teman-teman sekarang kita lanjut membahas tentang definisi evaluasi pembelajaran. Jadi secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris "evaluation" dalam bahasa Arab "al-taqdir" dalam bahasa Indonesia berarti  "penilaian". Akar katanya adalah "value" dalam bahasa Arab "al-qimah". 

Dari beberapa pengertian evaluasi para ahli pun mengemukan pendapat mereka tentang pengertian evaluasi seperti :

1. Lessinger (Gibson, 1981: 374), mendefinisikan evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai.

2. Wysong (1974),mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan,memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan.

3. Uman, (2007: 91), mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba 
menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program.

4. Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977): evaluation refer to the act or process 
to determining the value of something. Menurut definisi ini, istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai dari sesuatu.

Nahh dari pendapat beberapa para ahli nih dapat kita simpulkan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu tindakan atau kegiatan atau suatu proses menetukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Dengan kata lain, evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga 
dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.

Setelah kita memahami tentang pengertian evaluasi, selanjutnya kita bahas tujuan pelaksanaan dari evaluasi pendidikan. Jadi, suatu tindakan atau kegiatan atau suatu 
proses menetukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Dengan kata lain, evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. 

Dalam pendidikan pun, tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap 
(afektif dan psikomotor) ketimbang aspek kognitif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secara garis besarnya meliputi empat hal, yaitu:
  1. Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya.
  2. Sikap dan pengamalan terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat.
  3. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya.
  4. Sikap dan pendangan terhadap diri sendiri selaku hamba Allah, anggota masyarakat, serta khalifah Allah SWT.

Selain itu sistem evaluasi juga memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi umum dan fungsi khusus :

1. Fungsi Umum

Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya 
memiliki tiga macam fungsi pokok yaitu :
  • Mengukur kemajuan
  • Penunjang penyusunan rencana, dan 
  • Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

Selanjutnya Anas Sudijono (2003: 14), menyatakan, bahwa jika dilihat dari fungsi diatas setidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi, yaitu: 
  1. Hasil evaluasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi itu ternyata mengembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan.
  2. Hasil evaluasi itu ternyata tidak mengembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdsar hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan, hambatan, atau kendala, sehingga mengharuskan evaluator untuk bersikap waspada. Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. 
  3. Berdasar data hasil evaluasi itu selanjutnya dicari metode-metode lain yang dipandang lebih tepat dan lebih sesuai dengan keadaan dan keperluan. 
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ungsi evaluasi itu memiliki fungsi menunjang penyusunan rencana.

2. Fungsi Khusus

Secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga segi:
  • Segi Psikologis
Apabila di lihat dari segi psikologis, kegiatan evaluasi dalam dunia pendidikan disekolah dapat disoroti dari dua sisi, yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik. Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya.
 
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kapasitas atau ketepatan hati 
kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini yang telah membawa hasil, sehingga secara psikologis ia memiliki pedoman guna menentukan langkah-langkah apa saja perlu dilakukan 
selanjutnya.

  • Segi Didaktik
Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara didaktik(khususnya evaluasi hasil 
belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat 
memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasinya. Bagi pendidik, evaluasi pendidikan secara didaktik itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi, yaitu:
  1. Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
  2. Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.
  3. Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
  4. Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
  5. Memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditetukan dapat dicapai.

 

  • Segi Administratif
Dilihat dari segi administratif, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki tiga 
macam fungsi:
1) Memberikan laporan
2) Memberikan data
3) Memberikan gambaran.

Sejalan dengan fungsi-fungsi evaluasi di atas, Daryanto, (2010: 16), menyatakan 
bahwa, jika ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka fungsi evaluasi terdapat beberapa hal diantaranya :

a. Evaluasi berfungsi Selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan 
seleksi terhadap siswanya. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain :
  1. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
  2. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya
  3. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
  4. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya
b. Evaluasi berfungsi Diagnostik
Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu diketahui 
pula sebab-musabab kelemahan itu. 

c. Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan
Sistem baru yang kini banyak dipipulerkan di negeri barat, adalah system belajar 
sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. 

Sebagai alasan dari timbulnya system ini adalah adanya pengakuan yang besar 
terhadap kemampuan individual. Akan tetapi disebabkan keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan, yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali di laksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. 

Untuk dapat menentukan dengan pastidi kelompok mana seorang siswa harus 
ditempatkan, digunakan suatu evaluasi. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar. (Daryanto, 2010: 16). 

d. Evaluasi Berfungsi Sebagai Pengukuran Keberhasilan
Fungsi dari evaluasi ini menurut Suharsimi Arikunto (1995: 11), dimaksudkan untuk 
mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program 
ditentukan oleh beberapa faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan system kurikulum. 

Adapun fungsi Evaluasi dalam proses pengembangan system pendidikan, menurut Daryanto, (2010: 16), dimaksudkan untuk : 

  1. Perbaikan system
  2. Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat 
  3. Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.

a. Tujuan Umum Evaluasi Pendidikan

Secara umum evaluasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktivitas suatu suatu lembaga dalam melaksanakan programnya.
  1. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. 
  2. Melalui evaluasi akan diperoleh informasi tentang apa yang telah dicapai dan mana yang belum (Mardapi, 2004: 19).
  3. Evaluasi memberikan informasi bagi kelas dan pendidik untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
  4. Evaluasi sebagai komponen pengajaran adalah proses untuk mengetahui keberhasilan program pengajaran dan merupakan proses penilaian yang bertujuan untuk mengetahui kesukarankesukaran yang melekat pada proses belajar (Murshel, 1954: 373).
  5. Evaluasi dalam pendidikan dilaksanakan untuk memperoleh informasi tentang aspek yang berkaitan dengan pendidikan.
b. Tujuan Khusus Evaluasi Pendidikan
Secara khususus tujuan evaluasi pendidikan, menurut Gronlund (1976: 8), antara lain:
  1. Untuk memberikan klarifikasi tentang sifat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  2. Memberikan informasi tentang ketercapaian tujuan jangka pendek yang telah dilaksanakan.
  3. Memberikan masukan untuk kemajuan pembelajaran.
  4. Memberikan informasi tentang kesulitan dalam pembelajaran dan untuk memilih pengalaman pembelajaran di masa yang akan datang.
Pada prinsipnya tujuan evaluasi pendidikan adalah untuk melihat dan mengetahui 
proses yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Dalam kapasitasnya proses pembelajaran memiliki tiga hal penting yaitu, input, transformasi dan output, untuk dievaluasi.

  1. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. 
  2. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. 
  3. Output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Kegunaan Hasil Evaluasi Pendidikan 
Informasi evaluasi dapat digunakan untuk kegiatan, diantaranya:
  1. Membantu memutuskan kesesuaian dan keberlangsungan dari tujuan pembelajaran, kegunaan materi pembelajaran, 
  2. Mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas dari strategi pengajaran (metode dan teknik belajar-mengajar) yang digunakan.
Jadi evaluasi bukanlah aktivitas instan, melainkan adalah sebuah kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan. Dibawah ini ada beberapa tahapan evaluasi yang berlaku secara umum :
  1. Menentukan aspek yang akan dievaluasi
  2. Mengumpulkan data evaluasi
  3. Menganalisis dan mengolah data
  4. Melaporkan hasil evaluasi
Okee teman-teman dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran merupakan kegitan wajib bagi setiap insan yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Sebagai seorang pendidik, proses evaluasi pembelajaran berguna dalam hal pengambilan keputusan kedepan demi kemajuan anak didik pada khusunya dan dunia pendidikan pada umumnya. 

Sekian dulu penjelasan dari saya lebih dan kurangnya dimaafkan yaa hehe.
Tetap jaga kesehatan yaa teman-teman apalagi dibulana Ramadan ini. 

Sekian dari saya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh




SUMBER :

Dr. Elis Ratnawulan dan Dr.  H. A. Rusdiana. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia




Komentar