MANAJEMEN KELAS

 Laporan Bahan Bacaan 5

Nama : Ika Fitriani

NIM : 11901240

Kelas : 4/F Pendidikan Agama Islam

Judul Jurnal : Manajemen Kelas

Penulis : Afriza, S.Ag., M.Pd

Penerbit : Kreasi Edukasi

ISBN : 978-602-14957-5-9 Cetakan Tahun 2014 


"MANAJEMEN KELAS"



Assalamualaikum teman-teman onlineku😊

Alhamdulillah hari ini saya diberi kesempatan untuk menulis diblog ini lagi.

Kali ini saya akan melaporkan hasil bacaan saya pada salah satu jurnal yang saya telusuri yaitu tentang Manajemen Kelas.

Manajemen kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses pembelajaran.Perlu juga diusahakan suatu manajemen kelas dengan perspektif baru. Manajemen kelas tidak sekedar pada hal-hal teknis atau menyangkut strategi belaka, namun lebih menyangkut faktor pribadi-pribadi peserta didik yang ada di kelas tersebut. Manajemen kelas tidak dapat dilepaskan dari aspek manusiawi dari proses pembelajaran.

Manajemen kelas yang ditekankan pada bagaimana mengelola pribadi-pribadi yang ada akan lebih menolong dan mendukung perkembangan pribadi, baik pribadi peserta didik maupun pribadi gurunya. Kelas yang dikelola dengan cara tersebut, peserta didik tidak hanya akan berkembang intelektualitasnya saja, namun juga aspek afektif, konatif, dan sosialitasnya. Sebab belajar ternyata tidak hanya terbatas pada aspek intelektual tetapi juga aspek perasaan, perhatian, keterampilan dan kreativitas.

Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik.

Di kelas segala aspek pembelajaran berproses seperti guru, murid,kurikulum, metode, media, materi dan sebagainya. Semua hasil pembelajaran ditentukan oleh apa yang terjadi di kelas. Oleh karena itu, selayaknyalah kelas dimanajemen secara baik, profesional, terus-menerus dan berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud diperlukan pemahaman akan hal-hal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas terlebih dahulu sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus.

Kelas merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagai latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku, dan emosi yang berbeda beda. Karena itu dalam upaya mengelola diperlukan banyak hal guna mempermudah tugas manajemen itu sendiri.

Masalah utama dalam upaya mengelola kelas adalah siswa itu sendiri. Artinya manajemen kelas dilakukan tidak lain untuk meningkatkan dan mempertahankan gairah siswa dalam belajar baik secara berkelompok maupun secara individual.

Guru adalah tenaga profesional. Guru berperan sebagai pengelola aktivitas yang bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas. Peran seorang guru pada manajemen kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni mengajar dan mengelola kelas. Tugas sekaligus masalah pertama, yakni mengajar, dimaksudkan segala usaha membantu murid dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah mengelola berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Seorang pendidik atau guru perlu menguasai banyak faktor yang mempengaruhi motivasi, prestasi dan perilaku siswa mereka. Lingkungan fisik di kelas, level kenyamanan emosi yang dialami siswa dan kualitas komunikasi antar guru dansiswa yang merupakan faktor penting yang bisa memampukan atau menghambat pembelajaran yang optimal.

 A. Pengertian Manajemen Kelas

    Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapatkan pembelajaran dari guru. Menurut Suharsimi Arikunto, kelas adalah “sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dan guru yang sama”.

Dari kedua pendapat di atas keduanya sejalan karena mengemukakan pengertian kelas dari segi anak didik. Sedangkan menurut Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut yaitu:

1. Kelas dalam arti sempit adalah ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar.

2. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.Berdasarkan dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya kelas merupakan tempat berkumpulnya beberapa orang dalam melangsungkan proses belajar mengajar.


B. Tujuan Manajemen Kelas

    Secara umum manajemen kelas dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang dapat memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Penerapan manajemen kelas produknya dinamis sesuai dengan tujuan[1]tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan manajemen kelas antara lain yaitu :

1. Agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.

    Menurut Sudirman dkk, tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu meningkatkan proses belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi siswa.

    Sedangkan Suharsini Arikunto, mengatakan bahwa tujuan manajemen kelas adalah “agar setiap anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien”.


C. Azas- azas Manajemen Kelas

1. Asas Apersepsi

Apersepsi adalah memperoleh tanggapan-tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. Pengetahuan (struktur kognitif) yang telah dimiliki siswa dapat digunakan untuk memahami sesuatu yang belum diketahui sehingga didapat sesuatu yang bernakna bagi siswa. Apersepsi diharapkan dapat membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap sesuatu.

2. Asas Peragaan

Peragaan merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif karena sangat menarik bagi siswa apalagi jika peragaan itu menggambarkan aktivitas yang sebenarnya.

3. Asas Motivasi

Dalam menjalankan tugasnya sebagai edukator, guru juga bertugas sebagai motivator yang mendorong siswa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi suksesnya tujuan belajar. Guru harus bisa memotivasi siswa agar memiliki semangat dan kemauan untuk lebih giat belajar.

4. Asas Belajar Aktif

Siswa harus didorong untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilangsungkan guru baik mental maupun fisiknya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat menyerap kebermaknaan pembelajaran yang akan berguna bagi dirinya.

5. Asas Kerjasama

Proses belajar mengajar harus memberikan kesempatan bagi siswa untukberlatih bagaimana hidup dalam kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara bersama-sama. Diharapkan siswa dapat menghayati makna kerjasama dan nantinya dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, karena siswa juga merupakan pelaku masyarakat yang sangat dituntut untuk dapat memajukan masyarakat secara bersama-sama.

6. Asas Mandiri

Guru sebagai fasilitator harus dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa agar siswa dapat memaknai pembelajaran secara mandiri. Masalah yang diajukan guru untuk diselesaikan oleh siswa harus sesuai dengan perkembangan usia dan kematangan siswa sehingga diharapkan secara bertahap siswa akan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain.

7. Asas Penyesuaian dengan Individu Siswa

Kemampuan tiap siswa dalam menguasai suatu materi pelajaran berbeda-beda,sehingga guru dituntut untuk mampu menyesuaikan iklim pembelajaran dengan kecepatan masing-masing anak.

8. Asas Korelasi

Asas korelasi adalah mengaitkan pokok bahasan yang diajarkan dengan pokok bahasan lain dalam satu mata pelajaran ataupun dengan pelajaran lain. Asas ini digunakan untuk dapat membuat suatu pokok bahasan lebih bermakna bagi siswa. Tidak jarang siswa melupakan apa yang telah diajarkan sebelumnya.

9. Asas Evaluasi yang Teratur

Melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar yang ditunjukan oleh kinerja siswa dalam belajar perlu dilakukan secara teratur dan berkesinambungan selama dan setelah proses belajar mengajar berlangsung.


D. Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas

1. Hangat dan antusias Hangat dan antusias merupakan salah satu peinsip yang diperlukan dalam proses belajar dan mengajar yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan manajemen kelas.

2. Tantangan Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

3. Bervariasi Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya manajemen kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

4. Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pembelajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

5. Penekanan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif dari pada mengomeli tingkah laku yang negatif,. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

6. Penanaman disiplin diri Tujuan akhir dari manajemen kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.


E. Strategi Implementasi Prinsip- prinsip Manajemen Kelas

    Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenagkan dengan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    Prinsip-prinsip pengelolaan kelas di atas dapat diimplikasikan guru dalam proses belajar mengajar dengan cara-cara sebagai berikut :

1.       Keteladanan

Keteladanan merupakan pemberian contoh dari seseorang pada orang lain. Seorang guru dalam mengadakan pendekatan kepada anak didiknya dapat dilakukan dengan memberikan keteladanan kepada anak didiknya dengan sikap dan tingkah laku yang baik.

2.     Pembiasaan

Pembiasaan adalah menerapkan sesuatu secara kontiniu agar menjadi sebuah kebiasaan.

3.     Melalui cerita atau contoh

Pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh anak didik ketika seorang guru dapat menerangkan pelajaran dengan memberikan contoh yang sesuai dengan materi pelajaran. Jadi guru diharapkan mampu membawa peserta didik mengikuti jalan cerita dengan berusaha membuat peserta didik memiliki pandangan yang rasional terhadap sesuatu.

4.    Terapan melalui kurikulum

Dalam menerapkan kurikulum pada setiap mata pelajaran dapat diterapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas.

 

F.       Komponen-Komponen Keterampilan dalam Manajemen Kelas

Komponen-komponen keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam mengelola kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif) dan keterampilan pengembangan kondisi belajar yang optimal.

1.       Keterampilan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar

2.       Keterampilan Pengembangan Kondisi Belajar

 

G.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas

Masalah pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan penting karena keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasiljika interaksi pembelajaran guru terhadap siswa lancar.Ketidaklancaran pembelajaranakan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru. Adapun faktor-faktornya yaitu :

1.       Faktor dinamika kelas

2.       Faktor kurikulum

3.       Faktor Gedung dan sarana kelas

4.       Faktor guru atau pengajar

5.       Faktor murid

Okee teman-teman dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.

Sekian dulu penjelasan dari saya lebih dan kurangnya dimaafkan yaa hehe.

Tetap jaga kesehatan yaa teman-teman apalagi dimasa pandemi ini. Jangan lupa mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh



Komentar